30+ Adab Masuk Masjid yang Wajib Diketahui Seorang Muslim

Adab Masuk Masjid – Masjid merupakan rumah Allah, maksudnya adalah masjid merupakan tempat yang dimuliakan oleh Allah, bukan berarti Allah tinggal di masjid. Masjid memiliki kedudukan yang mulia di mata kaum muslimin karen disanalah tempat bersatunya umat Islam.

Adab Masuk Masjid
pixabay.com

Sebagai umat muslim yang melakukan ibadah di masjid, tentu kita harus tahu apa saja adab-adabnya. Kali ini saya akan memberikan informasi tentang adab masuk masjid yang harus kita ketahui.

Adab Masuk Masjid

1. Ikhlas dan berniat karena Allah

Adab Masuk Masjid
pixabay.com

Seorang muslim jika ingin ke masjid hendaknya mengikhlaskan hati dan meluruskan niatnya hanya karena Allah SWT. Jika ia ingin mendatangi masjid untuk melaksanakan tugasnya sebagai muslim, hendaknya ia mendirikan ibadah tanpa ada rasa ingin dilihat oleh orang lain (Ria). Karena setiap amalan yang dilakukan tergantung dari niat.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam, bersabda:

 إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ،

وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya amal perbuatan seseorang itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya orang itu akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya. Dan barangsiapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapatkan pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrah karena dunia karena hal yang inging ia peroleh dan karena wanita yang ingin dinikahinya, maka maka ia akan mendapatkan hal yang sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Adab masuk masjid yang satu ini sangatlah penting, karena segala sesuatu itu dilakukan berdasarkan niat, jika niat kita sudah benar maka kita kan mendapatkan hasil yang menguntugkan.

2. Berpakaian yang Indah 

Allah memerintahkan kita untuk memakai pakaian yang indah saat memasuki masjid, sebagaiman perintah Allah dalam firman-Nya:

“Wahai anak cucu adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (Q.S Al-a’raf : 7 – 31)

Pada ayat tersebut terdapat perintah Allah “Wahai anak cucu adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid”, pada ayat ini, Allah tidak hanya menyuruh kita untuk menutup aurat, tetapi Allah juga memerintahkan untuk memakai pakaian yang bagus ketika sholat. Adab masuk masjid ini harus kita lakukan dan kita praktekkan saat pergi ke masjid.

3. Menghindari Makanan yang Baunya Tidak Sedap

Maksud larangan ini adalah jika seseorang yang makan makanan yang tidak sedap baunya, seperti memakan jengkol, bawang, pete dan termasuk juga mengkonsumsi rokok dilarang untuk menghadiri sholat jamaah di masjid.

Dari jabir r.a bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Barangsiapa yang memakan tanaman ini (sejenis bawang), maka janganlah mendekati masjid, karena sesungguhnya malaikat akan terganggu dengan baunya, sebagaimana manusia.” (H.R Bukhari)

Hadis diatas bisa dimaksudkan bahwa segala sesuatu yang berbau tidak sedap akan mengganggu orang yang sedang sholat. Tetapi jika seseorang sebelum berangkat ke masjid memakai sesuatu yang bisa mencegah bau tersebut, seperti memakai pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada larangan untuknya menghadiri masjid.

4. Bersegera Menuju Masjid

Adab Masuk Masjid
pixabay.com

Jika waktu sholat telah masuk, maka hendaklah bersegera menuju masjid karena terdapat ganjaran pahala yang sangat besar.

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan dari shaf pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatkannya kecuali dengan berlomba, niscaya mereka akan berlomba-lomba.” (H.R Bukhari)

Jangan sampai kita lalai dan menunda-nunda untuk bersegera ke masjid. Seharusnya kita selalu bersemangat dalam meramaikan masjid dan memenuhinya dengan amalan-amalan ibadah lain.

5. Berjalan Dengan Tenang dan Sopan Saat Menuju Masjid

Ketika kita berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat, hendaklah dengan hati yang khusyuk dan tenang. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam melarang umatnya berjalan tergesa-gesa saat hendak pergi ke masjid walaupun sholat sudah didirikan. Abu Qatadah r.a berkata, “Saat itu kami sedang melaksanakan sholat bersama Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, lalu tiba-tiba terdengar suara gaduh. Setelah selesai melaksanakan sholat beliau mengingatkan,

“Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa menuju sholat” , mendengar jawaban mereka Rasulullah menegur mereka, “Janganlah kalian lakukan hal itu (tergesa-gesa). Jika kalian mendatangi masjid maka hendaklah berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan sholatlah dan rakaat kalian yang kurang/terlewat maka sempurnakanlah” (H.R Bukhari dan Muslim)

7. Berdo’a ketika Masjid dan Mendahulukan Kaki Kanan

Ketika kita keluar dari rumah lebih baik kita membaca do’a,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya selain dari Allah semata

Kemudian ketika berjalan menuju masjid hendaklah berdo’a,

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

Yaa Allah… berilah cahaya didalam hatiku, dan di penglihatanku dan di pendengaranku, berikanlah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berikanlah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya”.

8. Sholat Tahiyatul Masjid Sebelum Duduk

Sholat tahiyatul masjid merupakan salah satu adab saat masuk masjid. Para ulama sepakat mengistilahkan sholat ini dengan nama tahiyatul masjid. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ

Jika ada salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia melaksanakan sholat dua rakaat sebelum dia duduk” (H.R Bukhari dan Muslim)

Sholat tahiyatul masjid adalah sholat yang dilaksanakan saat kita sudah berada di dalam masjid dan kita belum duduk. Sholat sunnah wudhu, sholat sunnah rawatib, bahkan sholat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk.

9. Mengagungkan Masjid

Salah satu bentuk pengagungan terhadap masjid adalah berupa tidak mengeluarkan suara dengan nada suara tinggi, bermain-main, duduk tidak sopan, meremehkan masjid atau hal yang sama sekali tidak baik dilakukan. Sebaiknya kita sudah dalam keadaan berwudhu untuk mengagungkan rumah Allah SWT dan perintah-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

10. Menuggu Dilaksanakannya Sholat Dengan Berdoa Dan Berdzikir

Banyak keutamaan yang akan didapatkan bagi orang yang duduk di masjid sambil menunggu sholat didirikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu hurairah r.a,

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam sholat selama sholat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan malaikat berdo’a kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat sholatnya, Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat-Mu kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan masih dalam keadaan suci

11. Mendekatkan Hati Dengan Masjid

Berusaha untuk selalu mendekatkan hati dengan masjid dengan berusaha selalu mendatangi masjid sebelum sholat dilaksanakan, menunggu sholat dengan berdzikir, berdo’a dan melaksanakan ibadah lain, dan tidak buru-buru untuk meninggalkan masjid. Orang yang melaksanakan keutamaan ini akan dinaungi oleh Allah Ta’ala ketika nanti tidak ada naungan selain naungan-Nya.

12. Berpindah Tempat Ketika Merasa Ngantuk

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,

Jika salah seorang di antara kalian mengantuk, saat berada di masjid, maka hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lain”. (H.R Abu Dawud)

13. Anjuran Membuat Pintu Khusus untuk Wanita

Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kaum wanita tidak bercampur baur dengan kaum pria. Karena akibat yang terjadi dari campur baurnya antara laki-laki dan perempuan sangatlah besar. Dan keburukan seperti itu akan lebih berbahaya kalau dilakukan di rumah Masjid. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membimbing para shahabatnya dengan seraya bersabda,

Alangkah lebih baiknya jika kita biarkan pintu ini untuk kaum wanita” (H.R Abu Dawud)

14. Dibolehkan Untuk Tidur Di Masjid

Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang memerlukannya, contohnya orang yang kemalaman atau orang yang tidak punya sanak saudara dan lainnya. Dahulu dimasa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, para sahabat Ahli Suffah (orang yang tidak punya rumah), mereka tidur di dalam masjid.

AI-Hafidz Ibnu Hajar menegaskan bahwa bolehnya tidur di dalam masjid adalah pendapat para jumhur ulama. Dan dibolehkan juga tidur di dalam masjid dengan posisi terlentang.

Dari Abbad Bin Tamim dari pamannya bahwa dia melihat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam tidur terlentang di dalam masjid dengan meletakkan kaki kanannya di atas kaki kirinya.” (H.R Bukhari dan Muslim)

15. Boleh Memakai Sandal Di Masjid

Imam At-Thahawi berkata, “Telah datang atsar-atsar yang muthawatir tentang sholatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakai sandal di dalam masjid.”(Musykilul Atsar jilid I hal. 294)

Berdasarkan hadis dari Sa’id Bin Yazid,  bahwas dia bertanya kepada Anas bin Malik, “Apakah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika sholat memakai kedua sandalnya?” lalu Anas menjawab: “Ya.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi berkata, “Hadis ini menunjukkan bolehnya sholat memakai sandal selama yang dikenakan tidak terkena najis”

16. Boleh Makan Dan Minum Di Masjid

Makan dan minum di dalam masjid diperbolehkan dengan syarat selama hal tersebut tidak menyebabkan masjid menjadi kotor. Hal ini didasarkan hadis dari Abdullah bin Harits r.a, dia berkata, “Kami makan daging bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam masjid.” (H.R Ibnu Majah)

17. Boleh Membawa Anak Kecil Ke Masjid

Dari Abu Qatadah r.a dia berkata, “Suatu ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam  keluar (untuk melaksanakan sholat) dengan menggendong Umamah Binti Abil ‘Ash, kemudian beliau melaksanakan sholat. Apabila rukuk beliau menurunkannya, dan saat bangkit rukuknya beliau menggendongnya kembali.”

18. Menjaga diri dari Ucapan yang Jorok

Masjid merupakan tempat yang suci, tidak pantas kita mengeluarkan perkataan yang jorok dan tidak terpuji. Tempat yang suci hanya pantas untuk mengucapkan ucapan yang suci. Karena itu kita tidak boleh bertengkar, berteriak, melantunkan syair yang memiliki makna yang tidak baik di dalam masjid dan hal yang buruk lainnya. Berjual beli dan mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid juga dilarang.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Apabila kamu melihat ada orang yang menjual ataupun membeli di masjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberikan keuntungan dalam jual belimu!’ Dan jika kamu melihat ada orang yang mengeraskan suaranya di dalam masjid untuk mencari barangnya yang hilang, katakanlah, ‘Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang kepadamu’.” (Shahih At-Tirmidzi)

19. Dilarang bermain-main di masjid kecuali permainan yang mengandung bentuk melatih ketangkasan dalam perang.

Hal ini sebagaimana didasarkan dahulu orang-orang Habasyah bermain perang-perangan di masjid dan tidak dilarang oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

20. Tidak Menjadikan Masjid Sebagai Tempat Untuk Berlalu Lalang

Tidak sewajarnya seorang muslim berlalu lalang di dalam masjid untuk suatu kepentingan tanpa melaksanakan sholat dua rakaat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, ”Di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah seseorang melewati masjid tetapi ia tidak melaksanakan sholat dua rakaat di dalamnya dan seseorang yang tidak memberikan salam kecuali kepada orang yang dikenalnya.” (H.R Ath-Thabrani)

21. Menghiasi Masjid Dengan Sederhana

Di antara kesalahan yang terjadi di masjid salah satunya adalah menghiasi masjid dan memahatnya dengan berlebihan, sebagaimana hadis Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

إِذَا زَوَّقْتُمْ مَسَاجِدَكُمْ وَحَلَّيْتُمْ مَصَاحِفَكُمْ فَالدَّمَارُ عَلَيْكُمْ

Apabila kalian telah memperindah masjid kalian dan menghiasi mushaf-mushafmu maka kehancuran telah menimpa kalian.” (H.R Alhakim dan At-Tirmidzi)

Dalam riwayat lain dikatan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهىَ النَّاسُ فِي اْلمَسَاجِدِ

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga manusia berlomba-lomba di dalam (menghiasi/memperindah) masjid.

Berlebih-lebihan dalam menghias masjid merupakan sesuatu yang menyelisihi sunnah.

22. Tidak Mengambil Tempat Khusus Di Masjid

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam melarang seseorang sholat seperti gagak yang mematuk dan melarang duduk seperti binatang yang buas, dan mengambil tempat di masjid seperti unta mengambil tempat duduk. (H.R Abu Dawud dan Al-Hakim)

Ibnu hajar r.a berkata, “Hikmah dari hal tersebut adalah hal tersebut bisa mendorong sifat pamer, riya dan sumah dan mengikat diri dengan adat dan ambisi. Demikian hal itu merupakan musibah. Maka, seorang hamba hendaknya harus berusaha semampu mungkin agar tidak terjerumus kapada hal tersebut.”

23. Dilarang Keluar Setelah Adzan Kecuali Ada Alasan

Jika kita berada di dalam masjid dan azdan sudah dikumandangkan, maka kita tidak boleh keluar dari masjid sampai sholat wajib selesai ditunaikan, kecuali jika ada uzur/alasan. Hal ini berdasarkan kisah yang dikisahkan dalam sebuah riwayat dari Abu as Sya’tsaa r.a, beliau berkata,

كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah dalam sebuah masjid. Kemudian muazin mengumandangkan adzan. Lalu ada seorang laki-laki yang berdiri kemudian pergi keluar masjid. Abu Hurairah melihat hal tersebut lalu beliau berkata, “Perbuatan orang tersebut termasuk bermaksiat terhadap Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. (H.R Muslim)

24. Dilarang Mencari Barang Yang Hilang Di Masjid Dan Mengumumkannya

Apabila kita menjumpai seseorang yang mengumumkan kehilangan barangnya di masjid, maka katakanlah kepadanya, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya (barang) kepadamu”. Sebagaimana sabda Rasululllah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Barangsiapa yang mendengar seseorang mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid-masjid tidak dibangun untuk hali ini.” (H.R Muslim)

25. Dilarang Melakukan Jual Beli di Masjid

Jika jual beli dilakukan di masjid, maka niscaya fungsi masjid akan berubah menjadi pasar dan tempat jual beli sehingga jatuhlah kehormatan masjid dengan sebab itu. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu  bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!”[47].

Imam As-Shan’ani berkata, “Hadis ini menunjukkan haramnya jual beli di dalam masjid, dan wajib bagi orang yang melihatnya untuk berkata kepada penjual dan pembeli semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu! Sebagai peringatan kepadanya”[48].

26. Dilarang Mengganggu Orang Yang Beribadah Di Masjid

Orang sedang melakukan ibadah di dalam masjid memerlukan ketenangan dan kekhusyukan sehingga dilarang untuk mengganggu kekhusyukan mereka, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan.

Di antara hal yang sering mengganggu yaitu, membaca ayat dengan suara yang nyaring di dalam masjid, hal itu dapat mengganggu sholat dan bacaan orang yang sedang sholat.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda,

“Ketahuilah, kalian smeua sedang dalam keadaan bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu d iantara kalian. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al-qur’an atau dalam sholat.” (H.R Abu Dawud dan Ahmad)

27. Dilarang Berteriak Dan Membuat Gaduh di Masjid

Masjid dibangun bukan untuk berteriak dan berbuat gaduh. Demikian pula mengobrol dengan suara yang keras. Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah di antara kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain.” (H.R Abu Dawud dan Ahmad)

28. Dilarang Lewat di Dalam Masjid Dengan Membawa Senjata Tajam

Janganlah seseorang membawa senjata tajam, seperti pisau, pedang, dan sebagainya ketika melewati masjid. Karena hal itu dapat mengganggu seorang dan muslim bahkan bisa melukai seorang muslim. Kecuali jika ia menutup mata pedang dengan tangannya atau sesuatu yang bisa menutupnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

Apabila ada salah seorang di antara kalian lewat (berjalan) di dalam masjid atau pasar kami dengan membawa lembing (benda tajam), maka hendaklah ia memegang mata lembing itu dengan tangannya sehingga ia tidak melukai orang muslim.” (H.R Bukhari dan Muslim)

29. Dilarang Lewat di Depan Orang Sholat

Ketika kita berjalan di dalam masjid hendaklah kita memperhatikan keadaan disekitar kita, jangan sampai kita lewat di depan orang yang sedang sholat.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sedang melaksanakan sholat  mengetahui (dosa) yang akan ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik untuknya daripada lewat di depan orang yang sedang  melaksanakan sholat.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Yang dilarang adalah lewat di depan orang yang melaksanakan sholat sendirian atau di depan imam. Jika lewat di depan makmum maka tidak apa-apa. Hal tersebut didasari oleh perbuatan Ibnu Abbas r.a ketika ia baru menginjak usia baligh. beliau pernah melewati sela-sela shaf jama’ah sholat yang saat itu diimami oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan menunggangi keledai betina, lalu ia turun dan melepaskan keledainya  baru kemudian beliau masuk ke dalam shaf (H.R Bukhari dan Muslim)

Tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatan tersebut. Namun jika demikian, sebaiknya kita memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum.

30. Dilarang melingkar di dalam masjid untuk berkumpul untuk kepentingan dunia

Dilarang melingkar di dalam masjid (untuk berkumpul) hanya demi kepentingan dunia semata. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يَأْتِ عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ يَحْلِقُوْنَ فيِ مَسَاجِدِهِمْ وَلَيْسَ هُمُوْمُهُمْ إِلاَّ الدُّنْيَا  وَلَيْسَ ِللهِ فِيْهِمْ حَاجَةٌ فَلاَ تُجَاِلسُوْهُمْ

Akan datang suatu masa kepada sekelompok orang, di mana mereka melingkar di dalam masjid untuk berkumpul dan mereka tidak mempunyai kepentingan kecuali dunia dan tidak ada bagi mereka kepentingan apapun pada mereka maka janganlah duduk bersama mereka.” (H.R Al-Hakim)

31. Larangan Keras Meludah Di Masjid

Masjid merupakan tempat yang dimuliakan oleh Allah di muka bumi, oleh karena itu sebagai umat muslim kita harus menjaga kebersihannya. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam melarang meludah di masjid, sebagaimana sabda beliau,

الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيْئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا

Meludah di masjid adalah suatu perbuatan dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut.” (H.R Bukhari)

32. Keluar Masjid Dengan Mendahulukan Kaki Kiri Dan Membaca Doa

Jika kita keluar dari masjid hendaklah kita mendahulukan kaki kiri sambil berdo’a. Dari Abu Humaid radhiallahu’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Jika salah satu di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu)

Demikianlah akhir yang Allah Ta’ala mudahkan kepada kami untuk menulis tentang adab masuk masjid. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang shaleh dan selalu istiqamah di jalan-Nya. Amiin.
Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.

2 pemikiran pada “30+ Adab Masuk Masjid yang Wajib Diketahui Seorang Muslim”

Tinggalkan komentar